depan

S E L A M A T D A T A N G
KANA'AMPE TALA..!
Web masih dalam proses berbenah
Berikan saran dan kritik anda
Untuk Wawonii kita ke-depan...
SEMOGA BERMANFAAT
Kami menerima masukkan kawan-kawan semua untuk memberikan kontribusi pemikiran terkait WAWONII DAN PERMASALAHANNYA. Kirimkan Tulisan/opini anda via email ke: komnasdesa@gmail.com, Pemikiran kawans akan kami muat pada web kita ini..

Indonesia Humanitarian situation updates Juli 2010

HUMANITARIAN SITUATION REPORT PERODE TERUPDATE 2 – 8 Juli 2010 Ringkasan informasi dibawah ini merupakan kumpulan informasi yang dikompilasi dari berbagai media online agar lebih sistematis dan kemudahan analisa. Oxfam tidak bertanggungjawab atas akurasi dan kebenaran dari informasi tersebut dibawah ini. Sumber informasi disediakan untuk penelusuran informasi dari sumber asli. Ancaman Hidrologis Banjir, Kabupaten Belu – Nusa Tenggara Timur (NTT) Update Situasi. 6 Juli 2010 Tanggal Kejadian. Sejak 1 Juli 2010  Wilayah Terdampak. Banjir dengan genangan setinggi 1-2 meter kembali melanda di wilayah 17 desa dalam 5 kecamatan di kabupaten Belu. Banjir awalnya dipicu oleh hujan deras yang terus menerus selama beberapa hari yang menyebabkan meluapnya sungai yang mengaliri wilayah tersebut ke kecamatan-kecamatan disekitarnya yaitu Malaka Barat (6 desa), Weliman (4 desa), Malaka Tengah (4 desa), Kobalima Timur (1 desa), dan Kobalima (2 desa). Diantara kecamatan yang terimbas, Malaka Tengah dan Welima dianggap yang paling arah karena banyaknya warga yang terkena dampak.  Populasi Terdampak. Media setempat memperkirakan lebih dari sepuluh ribu warga atau hampir 4 ribu keluarga sempat terkena banjir kali ini. Warga yang menyelamatkan diri dengan naik ke atap rumah mereka selama banjir dan kembali turun pada saat genangan banjir sudah mulai surut, telah mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan puing sisa banjir.  Pengungsian. Pengungsian dilaporkan terjadi, namun tidak diketahui berapa jumlah pengungsi. Warga umumnya mengungsi ke rumah sanak famili mereka. Namun demikian, saat banjir sudah mulai surut, warga telah mulai kembali ke rumah masing-masing.  Dampak. Banjir telah menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum dan infrastruktur selain juga rumah-rumah penduduk di wilayah tersebut. 15 rumah yang berada di bantaran sungai dilaporkan hanyut, 9 rusak berat serta ratusan lainnya rusak ringan. Sektor pertanian juga terkena imbas karena ratusan hektar lahan sayuran terendam.  Coping Lokal. Bupati Belu mengatakan tim-nya saat ini masih terus melakukan pendataan kerusakan termasuk rumah yang hancur. Sementara pemda kabupaten Belu telah mendistribusikan bantuan tanggap darurat dalam bentuk makanan, tikar, dan terpal. Dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (dinsosnakertrans) juga telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah korban banjir karena sumur warga telah terkontaminasi air banjir. Meski demikian bantuan tambahan untuk tenda, makanan (termasuk makanan bayi), dan pakaian masih dibutuhkan, kata Bupati Belu yang dirilis oleh media setempat. Sumber NTT Online (1)(2), Media Indonesia, Kompas, Ancaman Meteorologis Angin Puting Beliung, Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah Update Situasi. 7 Juli 2010 Tanggal Kejadian. 4 Juli 2010 Ratusan warga di dua desa di kecamatan Palolo masih mengungsi di tempat pengungsian karena masih trauma dengan serangan angin puting beliung yang memporakporandakan permukiman mereka beberapa hari lalu. Berdikari, desa yang terimbas paling parah, merupakan pemukiman transmigran. Pemda kabupaten masih terus melakukan pendatan kerusakan untuk menghitung kerugian material dan memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk respon lebih lanjut. Data kerusakan sementara mengindikasikan lebih dari 60 rumah warga di wilayah tersebut rusak, tiga diantaranya roboh. Sumber Liputan6, Tempo Interaktif, Kompas, Kegagalan Teknologi Ledakan Tabung Gas – Indonesia Update Situasi. 7 Juli 2010 Dibawah ini beberapa ringkasan insiden ledakan tabung gas yang didapatkan dari berbagai sumber media: • Jumat (3/7). Desa Jatimulyo, kecamatan Lowokwaru – Kabupaten Malang. Ledakan gas meruntuhkan atap satu rumah dan menyebabkan satu orang luka-luka. • Minggu (4/7). Desa Bahagia, kecamatan Babelan – kabupaten Bekasi. Ledakan tabung gas 12-kg telah menyebabkan 2 luka serius, 1 luka ringan dan empat rumah rusak berat. Insiden tersebut diduga akibat keteledoran pemilik rumah mematikan kompor gas setelah menggunakannya. • Rabu (7/7). Desa Werdoyo, kecamatan Kebonagung, kabupaten Demak. Sepasang suami istri terluka akibat ledakan tabung gas 3-kg. Korban saat ini mendapatkan rawat jalan akibat luka bakar. • Kamis (8/7). Desa Tembokrejo, kecamatan Purworejo – kota Pasuruan. Satu orang meninggal dan dua lainnya mendapatkan luka serius akibat ledakan gas 3-kg. Media mencatat, dalam satu bulan terakhir setidaknya ada 36 kasus ledakan tabung gas dan 15 korban jiwa serta puluhan luka dilaporkan di seluruh Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi resiko ledakan gas adalah dengan menyarankan warga untuk menukar pipa dan regulator kompor gas mereka dengan perlengkapan yang berstandar nasional (SNI) dengan tambahan biaya sebesar 35 ribu rupiah. Sumber Liputan6, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Inilah, Surya, Untuk perihal yang lainnya silahkan menghubungi: Lilik Trimaya Emergency Response Coordinator Oxfam GB – Humanitarian Office in Indonesia Telp. +62-21-7811827 Mobile. +62 812 269 9823 Email. ltrimaya@oxfam.org.uk #

No comments:

Post a Comment