Kekayaan alam pulau wawonii yang melimpah ruah tidaklah sepadan dengan kondisi riil masyarakatnya yang jauh dari kondisi 'sejahtera'. LSM Komnasdesa-Sultra mencoba sedikit berbuat untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dengan aktif melakukan pendampingan (live-in), pendidikan, penguatan kapasitas dan membuka akses pasar terhadap potensi kekayaan sumber daya alam pulau wawonii....
depan
KANA'AMPE TALA..!
Web masih dalam proses berbenah
Berikan saran dan kritik anda
Untuk Wawonii kita ke-depan...
Laporan Kegiatan Triwulan Maret-May 2010
LAPORAN KEGIATAN TRIWULAN
MARET-MAY 2010
RINGKASAN KEGIATAN PROGRAM
Dasar pemikiran program
Wacana pembahasan pemekaran kabupaten konawe kepulauan (Wawonii) merupakan topik yang lagi hangat dan menjadi focus diskusi pada setiap pertemuan kampung,baik yang sifatnya formal maupun informal.
Rencana kerja Komnasdesa-Sultra dirancang untuk membuat pertemuan kampung setiap bulannya pada beberapa desa yang tersebar di wilayah kecamatan Wawonii tengah. Semua kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat untuk lebih terlibat aktif dalam setiap proses-proses pmbangunan.
Selain itu, beberapa topic dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat juga masih menjadi agenda diskusi tetap, yaitu bagaimana mendorong terbukanya akses pasar terhadap potensi sumberdaya alam, baik itu pada sector agraris maupun kelautan.
Diskusi tata ruang juga menjadi topic terakhir yang dibahas, utamanya mendiskusikan bagaimana peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan RTRW.
Sasaran dan Tujuan
Tujuan Umum:
• Meningkatkan kapasitas masyarakat
• Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan
Tujuan Khusus:
• Mendukung dan mendorong masyarakat dalam memainkan peran mereka sebagai bagian dari stakeholders yang penting dalam setiap program dan kebijakan pemerintah
• Mendukung dan mendorong masyarakat utnuk mengembangkan program dukungan sendiri dalam meningkatkan taraf hidup kesejahteraan mereka, dan memfasilitasi peran masyarakat dalam setiap kegiatan
Hasil pencapaian dan ukuran keberhasilan
Sejak awal Komnasdesa-Sultra melakukan pendampingan di wilayah pulau Wawonii, telah terbentuk dua (2) Organisasi Rakyat(Desa Batumea dan desa Lamongupa), Sedangkan beberapa desa lainnya diwilayah kecamatan Wawonii tengah masih dalam proses pembentukan, karena inisiatif pembentukan OR, harus lahir dari kesadaran kolektif warga masyarakat dalam memandang pentingnya wadah/sarana dalam berorganisasi.
Program Komnasdesa-Sultra meliputi tiga (3) jenis kegiatan ditambah sarana pendukung kesekretariatan). Laporan ini meliputi ringkasan singkat dari hasil dan pencapaian selama periode maret-may 2010, diikuti dengan rangkuman dari kendala perubahan strategi utama.
Pertemuan/Diskusi kampung
Yang menjadi dua agenda tetap pada setiap pertemuan dan diskusi kampung baik yang sifatnya formal maupun non formal adalah Agenda tentang dampak tambang bagi masyarakat serta agenda kedua adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat lewat konsep pertanian berkelanjutan dalam menjamin terbukanya akses pasar bagi komoditas pertanian masyarakat. Untuk menunjang terbukanya akses pasar tersebut, kami sedang dalam pembuatan/perancangan website untuk mempromosikan hasil-hasil komoditas pertanian dan kelautan dan semua potensi sumber daya alam pulau wawonii agar dapat di akses oleh semua pelaku industri pasar yang bersedia membeli hasil pertanian masyarakat..
Disamping diskusi tentang pemberdayaan eknonmi masyarakat, Issu dan wacana pemekaran kabupaten konawe kepualauan (Wawonii) merupakan topik yang menjadi diskusi hangat pada setiap pertemuan kampung setiap bulannya, kami mencoba melakukan update hasil pertemuan para tokoh dan inisiator pemekaran yang berada di kota kendari, paling tidak masyarakat yang berada dikampung dapat mengikuti setiap perkembangan pembahasan dan kendala-kendala yang ditemui dalam proses pembentukan kabupaten konawe kepulauan.
Pertemuan/diskusi kampung diadakan pada Minggu ke-2 dan Minggu ke-4 setiap bulannya
Penguatan pokja desa siaga bencana
Sebagai bentuk tindak lanjut pasca berakhirnya program Disaster Risk Reduction dukungan Oxfam GB Humanitarian, dimana salah satu outputnya adalah terbentuknya posko desa siaga bencana. Untuk itu posko pokja siaga bencana telah terbentuk di desa Lamongupa, kec. Wawonii tengah beserta kelengkapan strukturnya. Sedangkan agenda yang disepakati adalah tersosialisasikannya hasil-hasil selama workshop penanggulangan bencana dan adanya diskusi rutin 3 bulanan pasca program berakhir untuk mendiskusikan update terbaru seputar informasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
Pemutaran film documenter
Pemutaran film documenter yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang materi film kerap dilakukan pada malam hari setelah atau sebelum pertemuan kampung di gelar. Materi film menyesuaikan dengan kondisi wilayah pulau wawonii dengan maraknya aktivitas tambang. Diharapkan masyarakat dapat memahami dampak tambang terhadap kehidupan mereka untuk selanjutnya masyarakat dapat mengambil sikap yang tegas terhadap rencana eksploitasi tambang di pulau wawonii.
Penguatan jaringan
Salah satu mandat dari terbentuknya komnasdesa-Sultra adalah menginisiasi atau membuka jaringan/networking dengan NGo local, nasional maupun internasional, serta beberapa stakeholder pelaku pembangunan lainnya termasuk pemerintah.
Pada akhir tahun2009 hingga awal 2010, Komnasdesa-Sultra ikut terlibat dalam diskusi tentang wacana social accountability dan penerapannya di Sulawesi tenggara maupun Indonesia secara umum dengan insiatif awal jaringan ANSA-EAP (Afiliated networking social acoountability of east asia pacific) yang berkedudukan di manila. Philipines.
Tindak lanjut dari diskusi awal tersebut, maka pada bulan januari 2010, komnasdesa-Sultra masuk dalam conveners group untuk wilayah Sulawesi tenggara dengan program bersama mengawal agenda Rencana Tata ruan dan wilayah Propinsi Sulawesi tenggara.
Pada bulan Februari 2010, ANSA-EAP mengadakan workshop dengan peserta conveners group membahas lebih detail tentang persfektif social accountability dan penerapannya di Indonesia. Dan, berlanjut dengan mentoring online hingga saat ini.
Kegiatan tambahan yang tidak termasuk rencana kerja
Ada dua (2) hal yang menjadi kegiatan tambahan dalam aktivitas lembaga kami di lapangan, yang pertama yakni mendiskusikan dan menginformasikan wacana Tata ruang dan wilayah dalam kaitannya dengan keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan usulan hingga implementasi, dengan aktif mendiskusikan bersama tokoh masyarakat dengan un unsur birokarasi (Camat dan Desa).
Kemudian hal yang kedua adalah agenda Pilkades, Bagaimana mendorongdan memastikan anggota/kader Komnasdesa-Sultra dapat merebut kekuasaan di level desa dengan menduduki jabatan sebagai kepala desa. Untuk saat ini, Komnasdesa-Sultra telah memenangkan dua(2) pemilihan kepala desa di wilayah kecamatan wawonii tengah, dan telah mendudukan dua orang kadernya menjadi kepala desa, masing-masing untuk desa morobea, dan desa batumea.
Kesimpulan
Keseluruhan agenda kegiatan Komnasdesa-Sultra adalah bagaimana mendorong masyarakat di wilayah pedesaan untuk berperan lebih aktif dalam setiap tahapan proses pembanguanan diwilayah mereka dan menjadi actor strategis dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Tantangan terbesar dalam proses ini adalah terbatasnya akses informasi dan kurangnya kapasitas sebagian besar warga. Hanya beberapa orang saja yang mempunyai kemampuan dominan yang cenderung menguasai forum yang mengakibatkan tidak sedikit warga yang berani mengeluarkan pendapat pribadinya pada setiap pertemuan formal.
Rekomendasi tindak lanjut kedepan
Secara umum kegiatan rutin lembaga akan tetap dilanjutkan tanpa perubahan bermakna terhadap aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan tambahan dibawah ini dubuat sebagai bahan masukan dan evaluasi pengalaman dari rencana kerja triwulan ke-1
• Kunjungan lapangan/ penguatan terhadap lokasi baru utamanya desa-desa yang masuk dalam wilayah yang menjadi rencana eksplorasi dan eksploitasi tambang
• Mengundang stakeholders terkait (Camat dan unsure-unsurnya, kepala desa dan tokoh masyarakat) dalam mendiskusikan program-program yang akan masuk ke desa-desa dan mensinkronkannya dengan potensi sumber daya alam dan kapasitas masyarakat
• Mengembangkan kemampuan dan pengalaman Anggota/kader di desa dan mengikutkannya pada even penguatan kapasitas lewat pelatihan-pelatihan maupun workshop/seminar yang diselenggarakan lambaga jaringan Komnasdesa-Sultra. Baik ditingkat local, region, maupun nasional
• Mengembangkan sistem penggalangan dana (Fundraising) untuk mendapatkan pendanaan bagi kebutuhan lembaga dan anggota dalam mendukung kerja-kerja dilapangan
• Melanjutkan kerja-kerja advokasi tambang di wilayah Wawonii
• Melanjutkan pembuatan website tentang potensi hasil bumi disektor agraris dalam membuka akses pasar bagi penjualan komoditi unggulan masyarakat.
#
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment